Jersey Jonatan Christie Laku Rp 400 Juta, Rambut Artis ini Harganya Lebih Mahal

Category , publish 04 September 2018 | dilihat sebanyak 76 kali

Asian Games 2018 telah resmi ditutup, menyisakan sederet prestasi dan kenangan membanggakan anak bangsa. Bukti bahwa Indonesia, selain cakap menjadi tuan rumah, mampu pula berkompetisi smart an sehat di ajang internasional.

Salah satu prestasi anak bangsa yang berhasil mengharumkan nama bangsa adalah kemenangan Jonatan Christie atas Chou Tien-chen (Taiwan) pada final tunggal putra di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Alhasil, pria yang disebut-sebut memiliki banyak fans wanita ini semakin populer.

 

Kepopuleran ini pula yang membuat apa pun yang berkaitan dengan atlet rupawan ini dihargai lebih dari biasanya. Misalnya, dalam acara Konser Amal untuk NTB (Nusa Tenggara Barat) yang diadakan sehari setelah kemenangan Jonatan. Ada 11 jersey yang disumbangkan sejumlah atlet untuk dilelang, yang hasilnya akan disalurkan untuk para korban gempa Lombok. Nah, di antara semua jersey tersebut, jersey Jonathan jadi yang termahal, laku hingga Rp 400 juta!

 

Fantastis?

 

Pastinya. Tapi fenomena barang yang dijual melampaui harga normal bukan sekali dua kali terjadi, kok. Malah, yang konyol, barang-barang tersebut super mahal, tapi sama sekali tidak bisa dipakai.

 

Contohnya, permen karet bekas kunyahan Britney Spears. Buat apa coba? Tapi ada yang menjualnya dan laku hingga Rp 166 juta! Ada juga yang menjual roti bekas sarapan Justin Timberlake, laku hingga Rp 12 juta. Belum lagi yang jualan kantong berisi bekas pernapasan Brad Pitt dan Angelina Jolie seharga Rp 6 juta. Terakhir, yang paling ajaib, rambut mendiang John Lennon sepanjang 10 cm yang laku hingga Rp 472 juta!

 

Fenomena apa ini?

 

Inilah fenomena value, di mana sebuah produk dihargai bukan dari bentuk atau fungsi, melainkan dari nilainya. Value itu sendiri bisa bermacam-macam, seperti: berupa histori, branding, faktor popularitas orang yang menggunakan, dan lain-lain.

 

Jonatan Christie dan sosok-sosok populer lainnya mengajarkan pada kita, bahwa value dapat membuat harga sebuah produk melambung, tanpa memedulikan faktor lain. Karena itu, jangan lupa untuk selalu menerapkan value dalam bisnis yang kita kelola. Dengan begitu, kita tidak terus-menerus sibuk dengan kompetisi berbasis harga. Betul atau betul?[]

Bagikan halaman

Insert Your Comment

Kategori

Info Produk
News
Promo
Entertainment
Semua Kategori

Artikel Lainnya

GAWAT, RATUSAN RIBU S1 NGANGGUR! CEGAH DONG PAKE 4 LANGKAH INI
CINTA DAMAI, TUNJUKIN PAKE 3 CARA INI
MALAS OLAHRAGA, COBA INTIP 4 TIPS INI
Save The Earth with Style Buy 3 Get 4
Jersey Jonatan Christie Laku Rp 400 Juta, Rambut Artis ini Harganya Lebih Mahal